LATAR

Jawasastra Culture Movement didirikan pada tanggal 17 Maret 2017 di sebuah angkringan daerah Yogyakarta. Bermula dari keresahan mengenai budaya Jawa yang masih belum memaksimalkan kehadiran modernisme di tengah peradaban manusia. Pendirinya adalah teman-teman dari konsentrasi sastra Jawa, linguist Jawa, dan filolog Jawa di Yogyakarta. Ada juga beberapa teman yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bertekad untuk membentuk nafas peradaban Jawa yang baru, yang telah bersesuaian dengan zaman. Menjadi modern dan dapat diakrabi oleh generasi muda. Membaca zaman menggunakan perspektif Jawa, dan menulis Jawa dengan perspektif global.

Nama Jawasastra dipilih sebagai bentuk kata yang kiranya paling mudah dikenali, karena hanya pembalikan dari kata Sastra Jawa. Orang akan mudah mengenalinya dan langsung merasakan kedekatan dengan Jawasastra. Mengingat Jawasastra Culture Movement berfokus pada aktifitas kebudayaan Jawa yang dimotori generasi muda, maka ada banyak hal yang mungkin ‘menerabas’ batas ke-Jawa-an.

Menghadirkan tulisan-tulisan informatif, kajian ilmiah kekinian tentang budaya Jawa, sastra Jawa, sejarah, dan adat tradisi Jawa. Menghibur melalui karya-karya yang menarik. Termasuk menghidupi kebudayaan Jawa lintas sektor. Pun menyajikan karya-karya seni Jawa yang bersifat digital maupun non-digital.