Petunjuk Teknis Sayembara Misuh 2020

Latar Belakang

Tahun 2020 jelas menjadi catatan istimewa bagi generasi milenial di masa depan. Bukan istimewa dalam hal keindahan, melainkan kenyataan yang menyakitkan; bahwa peradaban manusia abad-21 yang mulai sibuk menata tata surya, setahap demi setahap mengeksplorasi Mars, dan bahkan mampu memotret objek tersembunyi alam semesta semacam black hole justru takluk di hadapan materi hidup super kecil bernama Covid-19 atau Korona.

Ketika Korona pertama kali datang mengetuk pintu peradaban manusia, semua gerak manusia terhenti dan pergi mengasingkan diri. Aktifitas pariwisata beserta ekonomi macet lalu kepercayaandiri manusia yang selama ini mendaku sebagai spesies terkuat tergerus begitu cepat.

Namun sejak Anda membaca ini, peradaban manusia mulai membentuk tatatan baru untuk hidup berdampingan bersama Korona,  meski agak memaksakan diri karena obat antivirus Korona sama sekali belum ditemukan!

Lebih dari itu, di tengah kesusahan akibat Korona, ternyata tidak sedikit orang yang malah memperparah kesusahan. Entah orang itu tetangga kita, keluarga kita, saudara kita, atau mungkin sekelompok orang yang punya kuasa. Di dalam hati kita, bertumpuk segala emosi. Kita menahan rindu pada rutinitas, menahan amarah pada keadaan, dan kalau kita tidak punya malu, kita bahkan ingin sekali memuntahkan seribu lebih (pisuhan) umpatan kepada Tuhan.

Tapi sebentar, tunggu dulu, kenapa juga ingin mengumpati Tuhan? Apa salah Tuhan? Apa salah pandemi? Kenapa kita berpikiran bahwa setiap hal yang kita anggap buruk pantas untuk kita umpati? Sebagai catatan, pertanyaan-pertanyaan ini hanya Anda yang bisa menjawabnya.

Tahun 2020, di tengah riuhnya emosi hati, Jawasastra Culture Movement menggelar Sayembara Misuh kembali. Sudah tiga kali Sayembara Misuh diadakan, untuk yang ketiga kalinya ini, Sayembara Misuh mencoba menyerap setiap emosi Anda tentang situasi pandemi, sehingga bertajuk Misuhi Pandemi. Soal obyek apa atau siapa yang jadi sasaran pisuhan, itu terserah Anda asalkan Anda tetap berani bertanggung jawab dan tidak menyinggung SARA! Bebaskan kekangan perasaan.

Anda bisa melihat contoh-contoh video Sayembara Misuh yang telah ada di Instagram melalui hashtag #sayembaramisuh. Mengingat pandemi Korona bersifat global, maka Sayembara Misuh ketiga ini diadakan dengan mencakup skala internasional; dapat diikuti oleh orang Jawa, baik yang tinggal di Jawa maupun orang Jawa yang tinggal di luar Jawa.

Terakhir, perlu diingat, Sayembara Misuh ini merupakan sayembara yang digelar untuk mengingkari sembari membalik konsep ‘adiluhung’ di dalam budaya Jawa. Jadi kalau Anda mempertanyakan apa nilai positif pisuhan sehingga pantas disayembarakan, silahkan pergi dari Petunjuk Teknis ini! Kados mekaten.

Syarat Ketentuan Peserta

  1. Makhluk hidup minimal usia 18 Tahun
  2. Penduduk bumi
  3. Individu / kelompok
  4. Siap menerima dosa kecil / besar
  5. Tidak perlu SKCK, KTP, AKTE, PASPOR, atau Sertifikat Tanah
  6. Tahu dan bisa melakukan  pisuhan (umpatan) Jawa
  7. Follow semua akun media sosial Jawasastra
  8. Twitter & Instagram @jawasastra
  9. Facebook @jawasastranet
  10. Subscribe Youtube Jawasastra
  11. Punya akun Instagram aktif (individu / kelompok)

Tanggal Pelaksanaan

Sayembara Misuh dimulai dari tanggal 08 Juli 2020 hingga tanggal 07 Agustus 2020 pukul 23.59 WIB. Pemenang diumumkan pada tanggal 11 Agustus 2020 melalui akun media sosial Jawasastra dan Google Meet. Pengiriman hadiah mulai 29 s.d 03 September 2020

Teknis Pelaksanaan

  1. Sayembara Misuh dilaksanakan melalui bentuk video
  2. Durasi minimal satu menit, maksimal tiga menit
  3. Video dibuat secara individu / kelompok
  4. Jenis pisuhan bebas dan boleh pisuhan berupa pisuhan khas daerah masing-masing, asalkan pisuhan Jawa
  5. Upload video di Instagram sendiri (individu / kelompok)
  6. Tagg akun Jawasastra
  7. Tagg akun lain minimal lima akun
  8. Pada bagian caption jelaskan deskripsi singkat tentang ide video dan sertakan hashtagg #sayembaramisuh, #misuhipandemi, & #jawasastra
  9. Batas terakhir upload video tanggal 7 Agustus 2020 pukul 23.59 WIB

Larangan

  1. Konten video dilarang bernuansa rasis dan seksis
  2. Tidak diperkenankan mengumbar pornografi
  3. Video tidak boleh melebihi tiga menit
  4. Dilarang menyertakan hal-hal SARA
Latest posts by admin (see all)