Tutorial Menjadi Pujangga Jawa8 min read

Mungkin tidak banyak yang bertanya tentang bagaimana caranya menjadi seorang pujangga di jaman sekarang, apa lagi pujangga Jawa. Selain tidak adanya jaminan akan popularitas dan kesuksesan, persoalan terbesar lainnya nya adalah tidak adanya jaminan kekayaan. Adapun permasalahan yang lebih besar dari itu semua adalah sama sekali tidak ada jaminan bahwa dengan menjadi pujangga Jawa akan mereguk kebagahiaan cinta dan mendapat restu maratuwa!!!

Baik bagi dulur yang merasa dirinya seorang pria maupun perempuan, seandainya memang betul berhasil menjadi seorang pujangga Jawa, apakah masih ada yang peduli akan hal itu? Dari tingkat negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, desa, dusun, RW, RT, bahkan hingga tingkat keluarga, kemungkinan besar sama sekali tidak peduli apakah Anda itu seorang pujangga Jawa atau bukan. Lagi pula yang ada di dalam pikiran mereka tentang pujangga Jawa, -mungkin termasuk saya dan Anda juga-, adalah apa yang istimewa dari menjadi pujangga Jawa?

Untuk sementara mari lupakan pertanyaan sekaligus keraguan orang-orang tentang apa yang istimewa dari seorang pujangga Jawa. Kali ini, di momen yang sekejap ini, mari mengandaikan bersama bahwa hingga hari ini anggap saja pujangga Jawa memiliki kedudukan penting di tengah masyarakat, mulai dari tingkat negara hingga tingkat keluarga.

Sumber gambar: Colnect

Bayangkan saja bahwa pujangga Jawa saat ini termasuk dalam kepegawaian negeri sipil (PNS). Ada seleksi ketat yang dilaksanakan, ada gaji bulanan, ada tunjangan, dan juga ada pensiunan. Di negara yang sejak dulu memosisikan sastra sebagai ‘alat’, mangga diimajinasikan bahwa sastra benar-benar menjadi suatu entitas yang mandiri, lepas dari campur tangan negara. Anggap saja, bahkan untuk ikut campur dalam urusan sastra, negara perlu mempertaruhkan harga dirinya.

Menjelang Seleksi PNS Pujangga Jawa

Kita sedang hidup di negara yang dengan begitu baik merawat serta memajukan kasusastran daerah, khususnya sastra Jawa. Terdapat lembaga khusus yang harus menangani karya-karya sastra Jawa dari masa lalu, sebut saja nama lembaga itu adalah Kementrian Cipta dan Riset Metafisika Sastra Daerah.

Lembaga bernama Kementrian Cipta dan Riset Metafisika Sastra Daerah itu setingkat dengan kementrian keuangan dan kementrian strategis lainnya. Menangani persoalan kebijakan, pengaturan, dan tete bengek yang lain terkait sastra daerah. Karena di negara yang kita angankan saat ini sastra daerah menjadi semacam sumber pengambilan kebijakan ekonomi, politik, hubungan luar negeri, dan kebudayaan.

Jadi tidak seperti Kementrian Kebudayaan hari ini yang hanya menegukkan dana pada individu atau komunitas yang ‘dinilai’ membutuhkan sekadar demi jalannya program. Parahnya lagi, upaya kebudayaan yang diusahakan Kementrian Kebudayaan tersebut berakhir di atas kertas dan jarang menunjukkan rasa tanggung jawab apakah programnya berhasil atau tidak pada masyarakat luas.

Mari kita lanjutkan angan-angan ini. Satu bulan lagi, adalah hari Anda mengikuti ujian seleksi PNS Pujangga Jawa di Kementrian Cipta dan Riset Metafisika Sastra Daerah. Anda mendapat dorongan dari keluarga besar, dari pacar, dan dari teman-sahabat agar mengikuti ujian seleksi tersebut. Mereka menganggap diri Anda mampu dan memang memenuhi syarat untuk menjadi PNS Pujangga Jawa di Kementrian Cipta dan Riset Metafisika Sastra Daerah.

Di negara yang kita bayangkan saat ini, orang terdekat Anda sama sekali tidak menuntut Anda menjadi Polisi atau Tentara tetapi menjadi Pujangga Jawa. Bayangkan! Betapa angan-angan ini terlampau kurang ajar. Tapi, anggap saja beneran terjadi. Mungkin di ‘Dunia Dimensi Lain’ angan-angan ini memang sedang berjalan.

Anda ikut les kabudayan dan kasusastran Jawa di bimbel pencetak Pujangga Jawa terbaik. Meski biaya untuk ikut les termasuk mahal, Anda tidak segan untuk meminta pada orang tua, sebab orang tua Anda mendukung sepenuhnya.

Biaya untuk les kabudayan dan kasusastran Jawa di bimbel itu sekitar lima juta setiap tiga bulan. Anda mengikuti les untuk satu tahun, jadi orang tua Anda mengeluarkan biaya enam puluh juta dalam satu tahun les demi Anda supaya lolos seleksi Pujangga Jawa.

Sumber gambar: Jawasastra

Bagi orang tua Anda, dengan keyakinan terhadap Anda, mereka tidak ragu menjual tanah warisan keluarga, menjual perkakas rumah, bahkan menjual cincin tunangan mereka demi Anda. Memang Anda tidak terlahir dari keluarga yang mampu, tapi Anda terlahir di keluarga yang bertekad!

Di rumah yang biasa saja, dengan pekerjaan orang tua sekadar sebagai penjual makanan di pasar, Anda tidak memedulikan cemoohan orang kaya lain yang telah banyak mencetak Pujangga Jawa. Dalam hati, Anda sudah membangun niat, bahwa Anda harus jadi pujangga Jawa demi membalas segala kebaikan serta pengorbanan orang tua Anda. Sebab di Kementrian Cipta dan Riset Metafisika Sastra Daerah, apabila Anda lolos seleksi, Anda mendapat pekerjaan yang sangat prestisius di tengah masyarakat. Gaji bulanan yang Anda dapatkan sebesar biaya satu tahun les Anda atau enam puluh juta. Itu belum bonus dan tunjangannya!

Diperkirakan akan ada satu juta pendaftar ujian. Dari satu juta itu, hanya akan diambil tiga puluh orang. Sudah banyak tips yang Anda pelajari dari tempat les dan di tempat sekolah Anda. Tapi ada delapan hal, delapan langkah, atau delapan tahapan yang tidak boleh dilewati agar Anda lolos seleksi Pujangga Jawa! Delapan syarat ini Anda dapatkan dari Ngengrengan Kasusastran Djawa yang dihimpun Padmosoekotjo.

Delapan Syarat Jadi Pujangga Jawa

Menjadi seorang PNS Pujangga Jawa bukan sekadar mampu menulis karya sastra dalam bahasa Jawa dan memahami teknik sastra lisan serta menguasai undha usuk bahasa Jawa. Anda diwajibkan untuk mengetahui sejarah Jawa, filologi Jawa, cara berpakian Jawa, adat Jawa, tata masyarakat Jawa, filosofi Jawa, dan lain sebagainya yang menyangkut ke-Jawa-an.

Secara umum, syarat tidak tertulis yang disyaratkan dalam seleksi adalah Anda harus sudah mapan secara lahir atau sudah mampu dalam Kagunan Adi Luhung. Tapi Anda tidak peduli akan hal itu, karena Anda berasal dari keluarga yang biasa saja. Anda fokus untuk menguasai delapan syarat jadi Pujangga Jawa.

Paramengsastra

Menjadi seseorang yang tahu, mengerti, dan menguasai urusan sastra serta bahasa Jawa. Ahli ing babagan sastra lan ahli basa. Anda membaca banyak buku berbahasa dan beraksara Jawa untuk memperdalam kemampuan Paramengsastra. Anda melahap bacaan dari Jawa kuna hingga Jawa modern hari ini tanpa mengeluh.

Modal Paramengsastra ini sangat penting unjuk jadi Pujangga Jawa. Tanpa pemahaman untuk merangkai diksi menjadi kalimat yang endah serta memuat kawaskithan dari akasasabda, mustahil Anda menjadi PNS Pujangga Jawa yang sukses.

Paramengkawi

Berikutnya, selain memperdalam pengetahuan serta keterampilan di ranah Paramengsastra, Anda juga dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam terkait Paramengkawi. Yakni menjadi ahli ing babagan reriptan lan ahli ngarang.

Untuk mencapai pemahaman yang dalam tentang Paramengkawi, mau tidak mau Anda harus banyak berurusan dengan banyak fiksi yang mampu meningkatkan daya imajinasi dan merelasikannya dengan situasi sosial masyarakat. Tahap ini dijalani melalui jalur menangkap dan bermeditasi.

Awitjarita (Awicarita)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, menjadi Pujangga Jawa tidak hanya berfokus dalam ranah sastra tulis, tapi juga sastra lisan. Anda harus limpad ndongeng utawa carita kang nyengsemake. Latihan Anda jalani dengan membuat konten mendongeng berbahasa Jawa di Youtube. Sebagai sampingan, Anda mendaftarkan akun Youtube Anda ke AdSense juga.

Wuku. Sumber gambar: Bl.uk

Mardawa Lagu

Karena sastra Jawa bukan hanya bersifat prosa, tapi ada juga yang bersifat puisi atau tembang, Anda juga diwajibkan untuk pinter bab tembang lan gending. Anda sempat untuk les vokal di kamar mandi. Sebenarnya Anda ingin pergi ke les vokal resmi tempat Ahmad Dhani melatih Judika, tapi apa daya, biaya nyanyi cukup dipakai di kamar mandi.

Tempat belajar tidak jadi masalah. Dimanapun tempatnya bisa dipakai belajar. Yang terpenting adalah bagaimana Anda memahami caranya secara efektif dan efisien. Bukan tidak mungkin Anda bisa menembang lebih baik daripada Judika.

Mardawa Basa

Setelah Mardawa Lagu, Anda juga wajib untuk menguasai Mardawa Basa yakni ahli bab migunakake basa kang ngresepake, kang njalari trenyuhing ati, kang mahanani gembira, kang nenangi sih-wilasa lan sapangunggale. Menyanyi memang penting. Tapi Anda ketika jadi Pujangga Jawa bukan sekadar seorang penyanyi, namun seorang pencipta juga.

Karenanya Anda banyak membaca karya lirik berbahasa Jawa dan berusaha mengimplementasikannya dalam pembelajaran Anda. Mengetahui bagaimana memilih diksi yang membangun suasana di dalam hati, lalu menyusunnya secara kontemplatif.

Mandraguna

Keterampilan penciptaan sastra harus diiringi dengan penguasaan alam Jiwa, yakni melalui syarat Mandraguna yakni wasis marang bab kagunan. Kagunan artinya Anda memiliki kekuatan untuk menjalani kesulitan melalui proses tirakat yang panjang sebelum mencipta sastra.

Nawungkrida

Berikutnya, karena sastra merupakan suara hati dan suara zaman, Anda diharuskan untuk mampu pangrasane nganti bisa nanggepi krentegging ati wong liya. Anda harus memperluas pengetahuan tentang rasa terhadap sesama. Mulai menyrawung kepada orang lain, dan memahami perasaan mereka secara mendalam, sehingga dapat terwujud di dalam karya sastra Anda.

Sambegana

Yang terakhir adalah Sambegana, yakni menjadi seseorang yang utama. Utama dalam hal diperhatikan orang dan menjadi pusat perhatian bagi setiap proses pengambilan kebijakan. Sebisa mungkin Anda mencoba memutar alur dunia ke sekitar Anda tanpa melakukan pemaksaan!

Itulah delapan syarat yang menjadi syarat Anda agar lolos seleksi PNS Pujangga Jawa. Memang semua itu terjadi di negara banyan, atau negara angan-angan belaka, namun setidaknya tulisan ini semoga mampu memikat perasaan Anda yang ada di dunia sesungguhnya.

Sebenarnya saya juga bukan seorang pujangga Jawa, dan belum ada angan-angan untuk menjadi seorang Pujangga Jawa. Tapi, semua itu kelihatannya akan berubah seandainya saya berada di negara imajinasi yang sudah diulas sejak tadi.

Gombalamoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *